Showing posts with label P-LAWRENCE ATOT. Show all posts
Showing posts with label P-LAWRENCE ATOT. Show all posts

Monday, April 6, 2009

TITIAN HIDUP - Lawrence Atot




Sesekali pelangi datang
meredah mentari dan hujan
mencorakkan warna-warna gemilang

di dalam lembah kehidupan.

Kehijauan alam
memagari cintakasih sejagat

menyemai benih-benih azam
pada batas setia dan semangat.

Kini tegak berseri
bangunan pencakar langit berdiri
mobil kian rakus berlari

membiak hari demi hari
memenuhi cita-cita harga diri.

Namun di jendela hidup ini
meratap unggas di rimba sepi
meratap ikan-ikan di dasar kali
meratap pungguk di kaki malam
menatap bulan berwajah suram

Pada keterasingan ini
ingin kutemui jalan hakiki
satu cita satu hari,
kerana

dunia akan memuntahkan laharnya
pada bakal pewaris bangsa
di sebalik kealpaan manusia.




Lawrence Atot
Quop, Kuching

SUATU PERJALANAN - Lawrence Atot




Dingin malam sepi mencengkam
danau hati berkocak sunyi
berbaur ilusi ke muara mimpi.

Menatap arca hidup ini
terasa betapa kerdilnya diri
meniti usia di kaki hari,
sedangkan roda-roda waktu
berputar kian laju
tanpa lesu-lesu
mengiringi jalan berliku
yang penuh debu.

Kukutip bicara malam
antara kerdipan bintang suram
barangkali ada ketikanya
sang hujan kan menyapa
panah-panah arjuna
meranap harapan segala
rama dan sita
namun perjuangan tetap bermukim

berbunga di setiap musim.



Lawrence Atot
Quop, Kuching

LAUT KEMANUSIAAN - Lawrence Atot



Di laut kemanusiaan ini
ribut sangsi melanda acapkali
di sinilah berbaur warna berita
ada suka ada duka
ada syurga dan neraka
menemani edaran roda masa.

Sesekali kita menoleh ke belakang
kala sengsara merantai jiwa
sesekali kita lupa tangis bimbang
kala bahagia mencorak impian segala.

Gugur dedaun titis jernih
dari kelopak mata
adalah cerita dua makna
terkadang kuntuman duka maha pedih
terkadang bunga gembira mnaha ceria
mekar mewarnai putaran musim usia

Kalau langkahku kian sumbang
dicemari taufan kecundang
kuakui hanya teman sejati
bisa gerakkan hati jadi kudusuci.



Lawrence Atot
Quop, Kuching

BALADA IRAMA MEMORI - Lawrence Atot


Sesekali bila diri dirantai sepi
menjadikan aku si pengutip memori
antara daun-dauwn kenangan
yang layu bertaburan
di taman ingatan.


Aku menjadi keliru
bila resah mengundang rindu
pada desiran angin lalu
pada nyanyian cemara
pada siulan camar
sedang laut tak betah bergelora
dan pulau itu masih samar.

Maafkan aku wahai teman
kerana seringkali songsang perjalanan
maafkan aku duhai malam
kalau setia menjadi timbul tenggelam
di antara jendela bintang suram.

Jika siang ku menyulam mimpi
itu tandanya pencarian ku tak mati
kerana aku rindu pada
nyanyian unggas pagi

lambaian hijau rimba
ngalir sunyi sungai insani
kerana kini
keliru ku melata.


Lawrence Atot
Quop, Kuching

Wednesday, April 1, 2009

MALAM TUA - Lawrence Atot


Malam tua
Penunggu setia
Aku kini kembali
Mencari erti diri

Terasa sudah lama
Aku tidak menemanimu
Menghitung angin masa
Mendengar nyanyian cengkerik sayu

Hanya sesekali
Diri ini mula sedar
Dari mimpi ngeri
Dari harapan yang terbakar

Ajarlah aku lagi
Tentang manusia
Dan kemanusiaan
Tentang setia
Dan perjuangan
Kerana impianku
Kian ranum
Mengiringi semangatku
Yang semakin subur menguntum
Seperti suatu ketika dahulu


Lawrence Atot
Kuching