Showing posts with label IG-SUNGAI. Show all posts
Showing posts with label IG-SUNGAI. Show all posts

Monday, April 6, 2009

KIRANYA - Johnson Yakut


Kiranya bunga sena ini
seringan angin
akan kusisipkan
rinduku
pada jejurainya

Kiranya mega berarak ini mengerti
akan kuuntaikan
sekalung bisik
buat gugur bersama hujan
di depan jendela kamarmu

Kiranya riak ini
hanyut seperti air surut
akan kuhulurkan
rindu yang terbuku ini

Kiranya aku kabus
yang tak pernah kering
akan kuistirahatkan kesejukan
di kelopak matamu

Kiranya siang ini
tak dijenguk malam
kembara kita akan lebih lama
tanpa sekilas jemu
meniti rasa

Namun segalanya
bagai gerimis basah
belayar diheret silau.


Johnson Yakut
Mukah

SUNGAI NYALAU - Nurul Aminuddin


Sungai Nyalau
senyum alirmu tak seranum silam
hening beningmu tak lagi sehalus sutera
lenggang semilangmu tak sesantun kelmarin
mimpi indahmu tak lagi ceria

semalam taufan memenggal lenamu.

Sungai Nyalau
kulihat di tebingmu membisul nanah
memecah ngalir hanyir deras dan marah

lalu mengarus tajam umpama halilintar
menujah segenap ruang dasar
luka mercik ke muara.


Sungai Nyalau
tragedi penderaanmu tak bertepi
gergasi bernama pembangunan rakus meratah

memamah rimbun hulumu tanpa perikealaman
jerit tangismu tenggelam ditelan gelombang haloba
biar sendu pilumu membelah belantara kola batu

tidak bisa melebur hati di kamar dingin
dan aku di sini nanar bertanya
mana teledera untukmu?




Nurul Aminuddin
Kg. Nyalau, Miri

Sunday, April 5, 2009

HANYA POHON YANG REDUP ITU - Desmond Manja Gasan




di tebing sungai ini
pepohon reduplah yang tahu
rahsia runtuhan pepasir itu
kalau air menghempas akar-akar
meledak gelora ke tebing hijaunya
hanya pohon reduplah yang tahu
.
apakah batu-batu masih seperti dulu
kekal menahan luka
atau benarkah sudah sekian lama
ia memesrai akar dan batu
maka tidak lagi terdengar khabar
tidak lagi terjerit pedih
hanya pohon yang redup itu yang tahu!
Desmond Manja Gasan
Kanowit