Showing posts with label N-MARAH. Show all posts
Showing posts with label N-MARAH. Show all posts
Monday, April 6, 2009
KALAULAH DUKA - Hipani Alwi
Kalaulah duka
kedukaan meruntun hati kita
dan sememangnya kematian
banyak kematian mengingkar kebenaran.
Banyak darah telah tumpah
mengalir di bumi
Bosnia-Herzegovina
banyak salah telah ternoda
keadilan badan dunia
benarkah
benarkah kebenaran telah teraniaya
banyak nyawa telah terkorban.
Kalau duka
kita berduka kerana keadilan
keadilan yang hanya boneka
Amerika.
Banyak rintihan tiada berita
senyap-senyap dibedil
senyap-senyap diperkosa
anak-anak yatim piatu
manakah kebenaran
dan keperwiraan kemanusiaan
kalaulah duka
hanya luka-luka kemenangan.
Banyak kematian telah dibenarkan
kelukaan cinta alam
kedukaan bumi tercinta
banyak kesedihan telah terhimpun
di pinggir kota.
Kalaulah duka
kita benarkan bercerita
dan kita bangunkan panji-panji
kita akan berkata
kalaulah kita tabu
suara-suara hanya menyentuh bayang
kita ledakkan saja
bumi Bosnia-Herzegovina
dengan sejuta kebenaran.
Hipani Alwi
November 1992
Labels:
1993,
GB-NARATIF,
IG-KEMATIAN,
N-MARAH,
P-HIPANI ALWI,
S-7,
T-KEADILAN,
T-PERANG
SUARA LUKA DI PADANG HANGUS - Nazri Hussein
Suaramu melepasi garis sempadan
daerah kecil ini ke pelosok mayapada
gema dukamu menakluki segenap ruang
dendam yang bercempera sambil menatap
warna bulan yang kehilangan sinarnya.
-lihatlah si pemabuk darah yang meratah maut
tanpa diundang
merampas harga kemanusiaan yang terjaja
sekian lama tanpa apa-apa pembelaan
mereka membina kemuliaan dari darah
syuhadah yang berguguran
sedang gema mujahid di medan Croatia-Bosnia
memarakkan laungan si pembunuh kejam
yang dahagakan hanyir bau arwahmu
Di penjuru padang yang rentung ini
s tua ini begitu setia menadah kedua tangan,
akan bangkitlah seorang al-ayubbi di padang jihad
sambil menggenggam pedang sabil agar nanti
titis-titis darah yang tumpah ini berganti
gerimis kedamaian menyempurnakan kesumat
yang mengalir di taman mawar Tuhan.
Nazri Hussein
Kuala Sibuti, Sarawak
Labels:
1993,
GB-NARATIF,
IG-DARAH,
IG-PERANG,
N-MARAH,
P-NAZRI HUSSEIN,
S-3,
T-ASIA TENGAH,
T-PERANG
SUNGAI NYALAU - Nurul Aminuddin
Sungai Nyalau
senyum alirmu tak seranum silam
hening beningmu tak lagi sehalus sutera
lenggang semilangmu tak sesantun kelmarin
mimpi indahmu tak lagi ceria
semalam taufan memenggal lenamu.
Sungai Nyalau
kulihat di tebingmu membisul nanah
memecah ngalir hanyir deras dan marah
lalu mengarus tajam umpama halilintar
menujah segenap ruang dasar
luka mercik ke muara.
Sungai Nyalau
tragedi penderaanmu tak bertepi
gergasi bernama pembangunan rakus meratah
memamah rimbun hulumu tanpa perikealaman
jerit tangismu tenggelam ditelan gelombang haloba
biar sendu pilumu membelah belantara kola batu
tidak bisa melebur hati di kamar dingin
dan aku di sini nanar bertanya
mana teledera untukmu?
Nurul Aminuddin
Kg. Nyalau, Miri
Labels:
1993,
GB-NARATIF,
IG-SUNGAI,
N-MARAH,
P-NURUL AMINUDDIN,
S-3,
T-ALAM,
T-SUNGAI
Thursday, April 2, 2009
JEREBU - Akab
Tanggal 19 September 1997
seluruh urat saraf tercerut menyaksikan
kehijauan alam
dan kejernihan air mengapung dengan
kibasan sayap peraknya
angin melarikan jerit-jerit liar
dan bayangan kelabu bangkit
melebar di muka
lalu suara-suara lantang semakin sayup
dan lemas di tenggelami detik-detik kabur
menjadi kaku dalam kamar kelabu
telah disaksikan betapa kejamnya
manusia sendiri
dishirkan kesenyapan waktu dan lena
dalam kiutan angin
melayari bahtera kehidupan yang
bersimpang siur
meniti ketajaman pedang dendam
membelok selokan jalan durjana
dan sayup-sayup menyelinap masuk ke
taman bunga-bungaan
di ambang jalan sia-sia
"laknat dari-Nya sumpahan para
Sahabat" kerana segala-galanya
walaupun gelincir angin yang bergema
dari puncak bukitan
menghasilkan irama merdu namun
kemerduan dan kemesraan
tidak disedari bahawa siang sudah
merangkak tua
sambil merenung siang bergelap yang
gagal dimengertikan
melainkan tengik bau kelabu berbaur
kebusukan mengajar untuk memahami
sedikit demi sedikit
ertinya dunia maha fana ini buat mereka
yang rakus dan tandus rasa
agar awan berkerisik terus bersenandung
menghilangkan
warna-warna peraknya
Abang Kassim Abang Bujang
Sri Aman
Subscribe to:
Posts (Atom)
