Showing posts with label 1994. Show all posts
Showing posts with label 1994. Show all posts

Wednesday, April 1, 2009

MEMETIK BUNGA - Dahiri Saini





memetik bunga
petiklah dengan rasa cinta
bukan dengan cara sengketa
kerana bunga itu bunga milik kita
yang yang dibaja
bunga yang dijaga
.
memetik bunga
kumpulkan kuntumnya
menjadi karangan terindah
karangan bermadah
buat penyeri hati
buat penghias diri
.
memetik bunga
petiklah sesopannya
petiklah sesantunnya
dan letakkan di meja cita
kerana setiap kelopaknya
martabat kita
.
.
.
Kota Samarahan

MAKNA DARI KEPEKATAN MALAM-MU - Bolhi Narani



malam yang tua itu
telah aku datangi
untuk meraba sertibu makna
yang belum pasti
terungkap nyata

dan betapa malam yang tua ini
kulihat kepekatannya-Mu adalah warna abadi
yang sedia terlukis
mewarnai Maya-Mu yang agung

lantas aku hanyut
pada lautan pertanyaan yang bergelora
mengapa bulan harus malu pada
kehadiranku
mengapa bintang-bintang menyanyikan
lagu kelipannya
mengapa angin menghembus lembuT
kedinginannya
mengapa deraian embun membasuh bumi

dan di sini (dalam kepekatan-Mu)
berlikau sebutir sinar atma-Mu
menerangi kegelapan kemelutanku
kerana aku pun tahu
kekuasaan-Mu
dan biarlah aku lari
dari penjara kelemut ini



MPS, Miri

HALAMAN DUKA - Hazami Jahari

Halaman duka
di hadapan kita
menanti dengan setia
mengajak beermain dan bekejaran
di atasnya

lalu bermainlah kita
hingga keletihan menghambat
nafas dada kemanusiaan
yang kosong dari ketabahan
yang kosong dari yakin sebuah iman

berehatlah kita di situ
sedang permainan belum lagi berakhir
dan hari belum lagi senja

sesungguhnya di belakang halaman duka
ada rumah pintu terbuka
menanti dan mengundang
bila malam menamatkan permainan siang
untuk kita berehat selamanya

mungkinkah kita mampu
menamatkan permainan siang itu
dan berehat di rumah bahagia?


Hazami Jahari
Petaling Jaya 91