Showing posts with label IG-METAFORA ALAM. Show all posts
Showing posts with label IG-METAFORA ALAM. Show all posts

Sunday, April 5, 2009

PEREMPUAN YANG BERKALUNG REBEN DI TENGKUK KACANYA - Roslan Jomel



usia menampal kering daun
melekukkan pipinya
yang dilara kuning tahun.

pagi mengheret hablur sejuk
hawa cahaya subuh
melintas kerut dahi
dengan hujung jarinya tipis berpalit

getah bawang dan hitam mata pisau
ketika dia berdiri khayal
membelakang siang di pintu dapur.


mukanya beralun bingung
terasing oleh deru hidup
dengan runcing siku dia menurun tingkap,
diapung malap lampu mentol

suaranya berdesing ke hati
bengkok di mata
melayang kerlip mimpi pada keping cermin
tapi tapak kakinya halus

di halaman rumah.

ceritanya berpasir garam
bau basah buih sabun melumur lantai

dan kain yang dilambung ampaian,
tua perasaannya
di batik tenang angin celah bungs belimbing.

sungai surut pasang
pucuk nipah meliukkan mendung hari
matahari menyala lemah gelombang tembakul

di selut tebing senget pedada luruh
dan slam menghampiri rantingnya.
dia terpaku meramas buluh pagar
rambutnya melayang dari simpulan
seperti mengembangkan gemuruh dada,
payung menitik batu hujan
renda gaunnya berdesiran manik,

mungkinkah dia bermimpi lagi?

betapa putih telapak tangannya
menyorong pagi kepada kami
wujud seperti pohon sandar
dengan melilit reben di tengkuk
dialah perempuan dikalungkan kaca
miring berbaring dihanyutkan malam
di sisi katil cekung merenung
bayang hati di cermin
kelat dan keruh melapis hidupnya

sementara kami
terhampar lena atas hijau baldu.




Roslan Jomel

WAJAH KENANGAN - Jaafar Haji Hamdan



Menyapa wajah kenangan
yang tertinggal di lubuk waktu
adalah rakaman rindu

ketika melalui jalur rasa
dengan suasana berbeza
dan ia begitu mengasingkan
makna keasyikan
yang dahulunya tercatat

satu keindahan murni

Menatap wajah kenangan
yang pernah mengukir cinta
adalah gamitan kasih
dengan seribu pertanyaan

tentang senyum yang hilang
di kaki tangga usang
dan sesekali merubah nada

lagu-lagu kenangan itu

Merenung kembali wajah kenangan
sebenarnya cukup menyedarkan
tentang nafas-nafas ini
adalah lingkaran rasa
yang semakin tertinggal
mengisi penentuan
antara kini dan masa depan

Wajah kenangan bukan sejarah silam
tetapi kisah bagi anak cucu di masa lapang.


Jaafar Haji Hamdan
12 Disember 2002